Tumpahkan saja keluh kesahmu dalam sebuah tulisan.......!!!
Saya ingin bertanya bagaimana dengan masa depanmu...?????
Banyak orang-orang yang cemas akan masa depan nya, karena tidak tahu dan tidak bisa diprediksi bagaimana masa depan kita nanti nya. Banyak orang yang mengejar masa depan dengan belajar dan menuntut ilmu setinggi-tingginya, dan tidak dikit juga orang yang menggapai masa depanya dengan menjadi pengusah secara perlahan-lahan. Ada juga orang yang masa bodoh dengan bodoh dengan masa depannya dan menikmati masa muda dengan sepuas-puasnya, bermain, pacaran, dunia malam, pergaulan bebas dan lain-lain. Apakah orang-orang seperti ini tidak mempunyai masa depan?? apakah hidupnya hanya sebatas itu saja ??.......
Berbanding terbalik dengan orang-orang yang sangat mencemaskan masa depannya, belajar dan belajar tanpa kenal waktu, di setiap harinya hanya masa depan yang di pikirkan nya, apakah orang-orang yang seperti ini akan sukses kelaknya???
ntah lah tapi saya pikir jalan kehidpan seseorang berbedaa-beda, mungkin dengan cara itulah mereka memperlakukan masa depanya.
"jangan ingat nafas yang telah lalu, jangan fikirkan nafas yang akan datang, nikmatilah nafas sekarang yang masih bisa di hirup "
Rabu, 24 September 2014
Minggu, 22 Juni 2014
Sabtu, 22 Maret 2014
Persamaan Orang Gila dan Jenius
Tahukah kamu, antara Gila dan Jenius sangat tipis batasnya? Setidaknya demikian hasil kajian ilmiah yang berbasis di Stockholm, Swedia, Karolinska Institute.
Temuan yang dimuat dalam laman jurnal ilmiah The Local menyebut bahwa dalam banyak hal, proses kerja otak orang jenius memiliki kesamaan dengan otak orang sakit jiwa atau penderita scizofrenia.
"Kami sudah mempelajari otak manusia dan salah satu tipe reseptor yang bernama Dopamine. Di sini terlihat sistem dopamine orang yang sangat Kreatif, sama dengan dopamine penderita Scizofrenia," kata Dr Fredrick Ullen, peneliti yang memimpin studi tersebut.
Penelitian ini, kata dia, menjadi bukti bahwa tidak ada batas yang jelas antara manusia jenius dan orang gila. Satu-satunya hal yang secara jelas membedakan di antara keduanya, kata dia, hanyalah kreativitas.
Sedangkan persamaan menonjol di antara otak orang gila dan orang jenius adalah keduanya sama-sama memiliki kemampuan yang rendah dalam menyaring informasi yang diterimanya. Kondisi tersebut, kata Ullen, membuka peluang yang sangat besar bagi munculnya pemikiran-pemikiran kreatif.
Banyaknya informasi yang masuk tanpa melalui penyaringan, dinilainya, berpotensi menciptakan logika-logika baru yang sulit dimunculkan oleh otak manusia pada umumnya.
"Berpikir di luar kotak (out of the box), bisa terjadi karena kemampuan otak yang tidak utuh," imbuh Ullen seperti dikutip The Local. Mungkin itu juga sebabnya orang yang mempunyai pemikiran hebat, bahkan penemuan hebat kadang dikatakan Gila. Gila karena pemikirannya yang begitu hebat dan penemuannya yang dapat merubah dunia.
Yap, kalau dilihat dari sejarah, banyak kan??! Benda-benda yang sekarang ente kenal atau pakai (HP, Pesawat terbang, lampu, dll)
Dulu di anggap mustahil, dan itu hal gila. Angan di siang hari.
Sekarang, kita udah terbiasa.
Source: apakabardunia.com
source : @MixKnowledge
Tahukah kamu, antara Gila dan Jenius sangat tipis batasnya? Setidaknya demikian hasil kajian ilmiah yang berbasis di Stockholm, Swedia, Karolinska Institute.
Temuan yang dimuat dalam laman jurnal ilmiah The Local menyebut bahwa dalam banyak hal, proses kerja otak orang jenius memiliki kesamaan dengan otak orang sakit jiwa atau penderita scizofrenia.
"Kami sudah mempelajari otak manusia dan salah satu tipe reseptor yang bernama Dopamine. Di sini terlihat sistem dopamine orang yang sangat Kreatif, sama dengan dopamine penderita Scizofrenia," kata Dr Fredrick Ullen, peneliti yang memimpin studi tersebut.
Penelitian ini, kata dia, menjadi bukti bahwa tidak ada batas yang jelas antara manusia jenius dan orang gila. Satu-satunya hal yang secara jelas membedakan di antara keduanya, kata dia, hanyalah kreativitas.
Sedangkan persamaan menonjol di antara otak orang gila dan orang jenius adalah keduanya sama-sama memiliki kemampuan yang rendah dalam menyaring informasi yang diterimanya. Kondisi tersebut, kata Ullen, membuka peluang yang sangat besar bagi munculnya pemikiran-pemikiran kreatif.
Banyaknya informasi yang masuk tanpa melalui penyaringan, dinilainya, berpotensi menciptakan logika-logika baru yang sulit dimunculkan oleh otak manusia pada umumnya.
"Berpikir di luar kotak (out of the box), bisa terjadi karena kemampuan otak yang tidak utuh," imbuh Ullen seperti dikutip The Local. Mungkin itu juga sebabnya orang yang mempunyai pemikiran hebat, bahkan penemuan hebat kadang dikatakan Gila. Gila karena pemikirannya yang begitu hebat dan penemuannya yang dapat merubah dunia.
Yap, kalau dilihat dari sejarah, banyak kan??! Benda-benda yang sekarang ente kenal atau pakai (HP, Pesawat terbang, lampu, dll)
Dulu di anggap mustahil, dan itu hal gila. Angan di siang hari.
Sekarang, kita udah terbiasa.
Source: apakabardunia.com
source : @MixKnowledge
Langganan:
Postingan (Atom)